Cara Membuat Blog di Blogspot

Artikel ini sengaja saya buat untuk beberapa orang yang meminta secara khusus tentang tutorial sederhana pembuatan blog. Sebagaimana kita ketahui, blog merupakan sebuah mini website yang bisa didapatkan secara gratis dan lebih sederhana. Kesederhanaan yang saya maksud bisa dilihat baik dari segi tampilan maupun dari segi editing yang bisa kita lakukan.

Sejauh ini layanan blog gratis yang paling diminati adalah Blogspot (Blogger) dan Wordpress. Kamu bisa mendapatkan salah satu blog kamu dengan gratis dari salah satu layanan pada alamat yang saya sebutkan di atas.

Untuk kali ini saya akan mencoba untuk menjelaskan bagaimana cara pembuatan blog di blogspot yang merupakan layanan yang disediakan oleh google.

Baiklah kita mulai saja tahap demi tahap berikut ini:

Pertama sekali yang harus kamu lakukan adalah menuju Blogger, pastikan anda memilih English untuk bahasa yang akan anda gunakan pada kolom kanan atas untuk memudahkan anda mengikuti tutorial yang saya tulis berikut ini, lalu klik pada “Create A Blog”. Untuk lebih jelas lihat tanda panah pada gambar di bawah:



Selanjutnya anda akan menuju ke halaman berikutnya yang merupakan halaman registrasi yang harus anda isi semuanya: (Lihat Gambar)



Email address: Kolom yang harus anda isi dengan email yang sudah anda miliki.

Retype email addres: Kolom yang diisi dengan mengetik ulang email yang telah anda masukkan pada kolom sebelumnya, pastikan email yang anda isi pada kolom pertama dan kedua adalah sama.

Enter a password: Kolom yang diisi dengan password yang akan anda gunakan untuk log in, dan diharuskan minimal sebanyak delapan huruf atau nomor.

Retype password: Pengetikan ulang password yang sudah anda isi pada kolom sebelumnya, pastikan password yang anda isi di sini sama dengan sebelumnya.

Display name: Kolom yang diisi dengan nama yang anda sukai dan akan digunakan untuk menandai setiap postingan yang anda tulis di blog Anda nantinya. Anda bisa gunakan nama atau ID anda.

Email notifications: Kolom yang bisa anda conteng jika anda menginginkan berbagai informasi berharga yang akan diberikan oleh google seputar blogspot, yang akan dikirim ke email anda.

Word Verification:
Jangan sampai salah mengetikkan kode yang yang diberikan dalam tulisan berwarna biru, anda harus teliti mengetikkannya supaya sama agar proses registrasi berhasil.

Lalu conteng pada kolom Acceptance of Terms dan klik “Continue”.

Tunggu sesaat anda akan menuju ke halaman “Name Your Blog”, Pada halaman ini yang harus anda lakukan adalah:

Blog title:
Diisi dengan judul blog yang akan anda tampilkan nantinya, misalkan: “Cinta dan Harapan” jika blog yang akan anda buat akan anda tulis seputar cinta dan semangat hidup, atau apapun judul spesifik yang ingin anda tulis. Anda juga bisa membuat nama anda sendiri seperti “Rahayu, Nadia, atau Papyrusz (seperti blog saya)”.

Blog address (URL):
Kolom yang akan digunakan untuk mengisi alamat URL sehingga blog anda memiliki alamat yang jelas dan bisa dikunjungi orang, misalkan seperti blog saya yang memiliki alamat: “http://www.papyrusz.blogspot.com”. Anda juga bisa membuat alamat ini sesuai dengan keinginan anda sendiri. Untuk memastikan apakah alamat blog anda sudah dimiliki oleh yang lain, anda bisa check dengan mengklik pada “Check Availability”. Jika alamat yang anda isi sudah pernah didaftarkan oleh yang lain, maka anda harus menggantikan dengan alamat yang lain.



Setelah selesai di sini, selanjutnya anda akan dipersilahkan memilih template yang akan menjadi rumah induk dari blog anda. Silahkan klik langsung pada salah satu template yang telah disediakan. Misalkan saja anda memilih template “Son of Moto”. Setelah selesai lalu klik “Continue” di kiri bawah. (Lihat Gambar)



Nah jika anda sudah melihat kalimat “Your blog has been created!”, itu artinya anda sudah selesai melakukan proses registrasi sebuah blog. Dan kini anda sudah memiliki sebuah mini website di mana anda bisa menyalurkan hobi dan bakat anda dalam menulis dan berkarya.



Masih kurang percaya? Klik “Start Blogging”, anda sekarang sudah berada di lembaran penulisan untuk postingan blog anda. Jika anda ingin langsung menulisnya sekarang, kenapa harus menunggu? Jangan lupa untuk mengklik pada “View Blog” untuk melihat bentuk dan tampilan dari blog anda. (lihat tanda panah pada Gambar)



Nah! Sekarang kamu sudah memiliki sebuah blog dan inilah hasil dari apa yang sudah kita kerjakan dari tadi.



Ingat! Blog kamu masih perlu banyak pengembangan baik dari segi template, postingan, pembaharuan URL (alamat Blog), dan lain sebagainya. Tapi kamu harus sabar, saya akan bantu kamu kok! Tapi bukan sekarang …. But I’ll be Back (Kok Gw skr jadi Terminator?)

See Ya!

Iba Pada Qory Sandrioriva (Putri Indonesia 2009)

“Finalis Putri Indonesia dari Nanggroe Aceh Darussalam, Qory Sandrioriva berhasil terpilih menjadi Putri Indonesia 2009”, tulis Antara di situsnya www.antara.co.id. Pada malam pemilihan ajang Putri Indonesia yang berlangsung di TMII, Jakarta. Qory terpilih sebagai pemenang mengalahkan kontestan asal Sumatera Barat dan Maluku Utara.

Permasalahan timbul, ketika dara yang masih seumur jagung ini melepaskan jilbabnya dengan mengeluarkan statement bahwa aksinya tersebut sudah mendapatkan restu dari Pemda dan Ulama Aceh.

Tak ayal, masyarakat Aceh goncang. Semua merasa dipermalukan oleh kebohongan yang dilakukan dara yang masih berumur 19 tahun ini. Keistimewaan daerah yang sudah sangat melelahkan diperjuangkan oleh banyak komponen daerah ini seperti tercabik-cabik duri.

Qory seperti tidak merasa bersalah atas aksinya tersebut, tidak ada kata ma’af dan penyesalan sedikitpun. Di saat yang bersamaan, orang-orang dari daerah yang dia catut namanya merasa telah dihina di forum nasional.

Simak pernyataan Qory yang sempat dikutip oleh Serambi Indonesia berikut ini, “Keberadaan saya di sini adalah mewakili Provinsi Aceh. Karena itu saya sangat mengharapkan dukungan dan restu seluruh rakyat Aceh", ujar Qory yang malam itu melengkapi penampilannya dengan mahkota putri warna emas.

Kepala biro Hukum dan Humas Pemerintah Aceh, Hamid Zain, mengaku tidak mengetahui apakah benar keluarga Qori Sandrioriva telah mendapatkan izin dari pemerintah Aceh untuk mewakili Aceh di ajang pemilihan putri Indonesia tersebut.

"Kami masih mengeceknya apakah itu benar atau tidak, saya tidak bisa menjawabnya sekarang, saya akan cari tahu dulu," katanya.

Hamid Zain mengatakan, Qori Sandrioriva memang tidak tercatat dan memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Aceh. Dia juga mempertanyakan lembaga mana yang memberikan izin kepada Qori untuk maju sebagai putri Indonesia mewakili Aceh.

"Izin itu secara lisan atau tulisan, lembaga mana yang telah memberikan izin, kita harus cek dulu kebenarannya," tuturnya.

Padahal aksi protes sudah dilakukan seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Bahkan Tgk. Faisal Aly (Sekretaris Himpunan Ulama Dayah Aceh/HUDA) di Banda Aceh seperti yang dikutip Antara sudah menegaskan, “Qory bukan cerminan putri Aceh. Untuk itu, ia tidak berhak mengatasnamakan rakyat Aceh. Ini sangat kita sesalkan”.

Lebih lanjut beliau menyebutkan, “Qory boleh saja mengikuti pemilihan putri Indonesia, itu hak dia. Tapi untuk dinobatkan sebagai putri Aceh tidak bisa, karena dia tidak bisa menjaga sifat-sifat budaya Aceh yang Islami”.

Masrizal, S.Pd, Ketua Umum HMI Cabang Langsa menyebutkan, “Kita tidak persoalkan sosok pribadi Qory Sandrioriva mengikuti kontes puteri Indonesia, itu hak pribadinya. Namun yang kita persoalkan adalah label mewakili Provinsi Aceh, siapa yang berikan izin, apalagi Wagub sendiri dalam media sudah mengatakan pemerintah Aceh tidak pernah memberikan rekomendasi perwakilan Aceh kepadanya (puteri Indonesia) dalam kontes tersebut”.

Sangat Aneh!

Staf pada Tim Asistensi Gubernur Aceh bidang komunikasi, Aprisah Banun, S.pd menulis di kolom opini Serambi Indonesia menulis secara panjang lebar yang saya kutip langsung:

“Rakyat Aceh terperangah, Jumat (10/10) malam, satu drama dipertontonkan oleh seorang gadis Sunda yang mewakili daerah Aceh dalam pemilihan Putri Indonesia 2009 di Pentas Teater Tanah Airku, Jakarta. Drama ini berakhir dengan terpilihnya seorang putri “jadi-jadian” oleh Yayasan Putri Indonesia untuk mengemban misi Putri Indonesia 2009 yang berujung pada kesertaan pada Kontes Internasional Miss Universe.

Yang mencengangkan bagi rakyat Aceh yang masih punya urat cengang, Qori Sandrioviva yang mewakili Aceh tidak mengenakan jilbab seperti umumnya kebiasaan dan keharusan pada wanita Aceh. Perempuan itu dengan santai dan lugas ketika MC menanyakan; kenapa ia tidak mengenakan berjilbab? Qori menjawab, bahwa menurutnya rambut adalah mahkota dan ia bangga dengan rambutnya yang indah. Lalu dimana masalahnya, apakah pada rambut indah atau pada jilbab yang tidak dikenakan?

Beragam pikiran berkecamuk di kepala orang-orang Aceh ketika itu. Seorang sahabat wanita yang saat itu bersama saya menonton siaran tersebut langsung mengklaim “ini pasti bukan orang Aceh, sebandel-bandelnya orang Aceh dia tidak akan mempermalukan kebiasaan bangsanya sendiri”. Tilik punya tilik, ternyata Qori adalah gadis Sunda dari keturunan ayahnya dengan ibu dari Gayo, Aceh Tengah. Qori ini lahir dan besar di Jakarta, ribuan kilometer jauhnya dari Aceh.

Itulah kemudian menjadi topik pembicaraan ketika beritanya disiar lewat media. Bahkan di laman Facebook dalam dunia maya, beberapa pengguna mulai pro-kontra, bahkan saling menyerang. Sebagian besar gadis Aceh juga merasa antipatinya terhadap apa yang dilakukan Qori. Ini kemudian membuat Ulama Aceh memberikan pernyataan; bahwa Qaori bukan cerminan putri Aceh.

Qori mungkin tidak tahu apa yang ada di benak wanita Aceh ketika ia menolak memakai jilbab dalam kontes yang disiarkan langsung secara nasional tersebut. Ini wajar karena Qori memang bukan keturunan Aceh dan tidak pernah hidup di Aceh. Sehingga ia tidak sadar ketika ekspos media, ia dinilai dengan membuka jilbab tidak berarti sedang berpihak pada perempuan Aceh. Ia juga tidak paham karakter perempuan Aceh, dan karakter orang Aceh.

Generasi muda Aceh bukanlah generasi yang bodoh, mereka tahu bahwa ketika Qori menghina jilbab dengan mengatakan dia pesimis bisa menang bila berjilbab, sebenarnya karena darah yang mengaliri Qori tidak mewarisi darah leluhur yang selalu menjunjung tinggi kehormatannya. Kita menyesalkan, sebagai putri yang sejatinya akan memperomosikan kebudayaan daerah harusnya ia tahu Aceh, tidak sebaliknya menghinakan identitas suatu komunitas apalagi ini menyangkut simbol keyakinan beragama (jilbab). Walaupun kita memaklumi bahwa Qori dianggap sebagian aktivis gender sebagai pembelaan hak wanita, namun tidak kemudian mengatasnamakan Aceh untuk menggadai harga diri perempuan Aceh secara umum. Ini pelajaran bagi perempuan Aceh”.


Akal-akalan yang dilakukan oleh Qory yang sudah mempermalukan penduduk Aceh, tanah yang sudah terlalu banyak ditimpa berbagai hal yang sangat menyedihkan. Sejak dari Daerah Operasi Militer (DOM), Tsunami 2004 yang telah menelah ratusan ribu jiwa, dengan mengklaim dirinya sebagai perwakilan Aceh telah melengkapi penderitaan orang-orang di sini.

Qory telah menyakiti hati wanita-wanita Aceh yang bergumul dengan panasnya matahari untuk mencari sesuap nasi, berbeda dengan Qory yang bisa tinggal di rumah mewah dan menaiki mobil indah karena memang ibunya adalah mantan anggota legislatif.

Seperti yang diberitakan Harian Waspada dalam tulisannya di situs resminya, www.waspada.co.id:

“Di satu sisi mendukung putri Aceh ikut kompetisi untuk maju, namun di sisi lain banyak yang protes, termasuk dari kalangan mahasiswa muslim dan para ulama yang tergabung dalam MUI Aceh. Nah, bisa dibayangkan bagaimana malunya warga Aceh melihat putrinya tampil di ajang dunia nanti harus membuka lebar-lebar bagian tubuhnya.

tidak ada manfaatnya meneruskan kemenangan Qory untuk selanjutnya mengikuti pemilihan Miss Universe tahun depan. Sebab, mudaratnya jauh lebih besar. Di sinilah pemerintahan Aceh harus tegas melarang putrinya tampil dalam ajang putri dunia dengan mencabut restu (jika ada), dan para ulama aceh membuat fatwa haram buat Qory tampil di tingkat internasional.

Sebab, kalau Qory sampai tampil dengan pakaian renang ber’swimsuit’ ria bisa berakibat fatal menimbulkan musibah besar bagi Aceh”
.

Dalam perjalanan hidup, saya banyak berkenalan dengan orang-orang Aceh yang sudah lama meninggalkan tanah kelahirannya, tapi mereka tidak pernah merubah sudut pandang tentang ke-Acehan dan dipegang dengan sangat kuat.

Saya juga pernah bertemu orang Aceh yang dilahirkan di luar Aceh dan tidak bisa berbahasa Aceh. Tapi jiwanya tidak pernah berubah bagaikan keteguhan sikap orang Aceh tulen. Kecintaannya pada daerah ini tidak hanya berbentuk sebuah paragraph tulisan dan manisnya sang mulut. Tapi berwujud pada tingkah laku dan perangai sebagai cerminan budaya Aceh yang islami.

Tapi saya juga pernah melihat orang Aceh yang sudah keluar dari tanah ini kemudian berubah wujud menjadi orang lain. Tak ada lagi nilai ke-Acehannya sedikitpun, hilang ditelan waktu. Ke-Acehan yang diusungnya hanya bahasa wartawan dan reporter yang bekerja pada berbagai media massa dan elektronik. Dan mungkin inilah golongan orang-orang seperti Qory, Cut Keke dan yang lainnya.

Bangsa Indonesia semakin hari semakin berubah menjadi bangsa yang aneh. Kita marah karena orang-orang Bali marah tariannya diklaim oleh negara jiran, Malaysia. Tapi tidak bergeming menghadapi gadis belia ini mengklaim dirinya sudah mendapatkan izin dari Pemda dan Ulama Aceh ketika membuka jilbab, termasuk para Yayasan Putri Indonesia.

Saya kira jika ada manusia Indonesia yang merasa aneh karena orang-orang Aceh melakukan protes pada Qory, saya sangat bisa memahami, karena seorang Miyabi saja bagi bangsa ini bukanlah sebuah aib termasuk bagi para artis dan pejuang-pejuang wanita.

Sekedar jadi renungan bersama disini saya kutip tulisan Madi Hakim di http://public.kompasiana.com:

“Banyak orang yang menyalahkan Qory Sandrioriva saat dia melepas busana muslimahnya demi meraih gelar Putri Indonesia 2009. Bagi saya, Qory, juga orangtuanya yang kabarnya berdzikir saat Qory menang, mereka hanyalah korban. Ya, mereka hanyalah beberapa dari begitu banyak korban budaya kapitalis-konsumeris-materialis di negara kita. Maaf kalau bahasanya terlalu bombastis, tapi akan saya coba urai satu demi satu, sebatas kemampuan saya tentunya.

Qory menjadi korban budaya kapitalis, karena dia sampai rela mengorbankan ajaran agama yang luhur sifatnya, dan menukarnya dengan sesuatu yang bersifat materi. Dan kontes-kontesan itu sendiri adalah juga tradisi kapitalis, yang lebih mengedepankan fisik dan logika, dan mengesampingkan moral dan etika. Qory menjadi korban budaya konsumeris, karena untuk meraih gelarnya itu, tentu dia harus keluar banyak uang, dimana uang tersebut tentu akan lebih bemanfaat jika digunakan untuk hal-hal lain yang bermanfaat.

Qory juga menjadi korban budaya materialis, karena dengan menjadi Putri Indonesia, banyak peluang baru akan muncul, dan dipastikan akan menguntungkan dari segi materi. Seperti menjadi bintang iklan, sinetron, ataupun bintang film. Maaf, yang terakhir ini, jujur saya tidak tahu motivasi Qory yang sebenarnya, tapi saya yakin 99% motivasinya bersifat materi.

Tetapi bagi saya, apa yang ada di benak Qory dan keluaganya, juga ada di benak sebagian besar bangsa kita. Bukankah sebagian besar kita, tanpa kita sadari, adalah juga korban dari budaya kapitalis-konsumeris-materialis tadi? Bukankah sebagian besar kita, lebih suka memilih profesi artis, penyanyi, bitang film, ketimbang guru, peneliti, dan berbagai profesi mulia lainnya? Maka mereka yang mati-matian berusaha menjadi artis, atau sok-sok-an ngartis, adalah korban.

Anda yang membela Qory, ataupun cuek terhadap sikap Qory, sadarkah anda, bahwa anda juga sudah menjadi korban? Bukankah budaya sekuler, permisif, dan cuek, elo-elo/gue-gue, adalah bawaan dari kapitalisme? Yang penting kan dia sudah dewasa secara umur, sudah dianggap bisa mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Yang penting kan dia tidak mengganggu saya, dan saya sama sekali tidak dirugikan atas apa yang dilakukan Qory. Barangkali itu yang ada di benak anda. Tetapi, akan tetap diamkah anda, jika anak anda, atau keluarga anda, atau kerabat anda, mencontoh apa yang Qory lakukan?

Dalam skala yang lebih luas lagi, akan banyak sekali korban-korban kapitalis-konsumeris materialis. Mereka yang menganggap kemenangan Qory sebagai anugerah, kemudian berdzikir, atau mengucap hamdalah, atau malah sujud syukur, mereka adalah korban, karena kapitalis menjauhkan orang dari agama, sehingga pemahaman baik dan buruk menjadi kabur.

Juga mereka yang mendukung sepenuhnya kedatangan Miyabi ke Indonesia adalah korban, karena orangtua Miyabi sendiri malu terhadap perilaku Miyabi, bahkan mengusirnya saat Miyabi ingin ketemu keduanya. Bukankah dalam sebuah masyarakat yang beradab, ridho dan restu orangtua adalah yang utama? Bukankah dengan mengundang orangtua Miyabi ke Indonesia, baik langsung maupun tidak langsung, kita telah menambah sakit hati kedua orangtuanya?

Mereka yang mengaku muslimah, namun tidak mau berbusana muslimah, atau berbusana muslimah namun ketat, sehingga (maaf) dada dan pantat masih terlihat menonjol, mereka juga adalah korban. Karena sebuah masyarakat yang beradab, nilai-nilai moral dan agama begitu dijunjung tinggi. Dan Islam jelas-jelas memerintahkan wanita untuk menutup auratnya. Bukankah salah satu arti Islam adalah tunduk, patuh terhadap segala aturan-Nya? Masalah suka-tidak suka, cocok-tidak cocok, itu relatif sifatnya, bergantung logika, dan logika manusia sangat terbatas kemampuannya.

Maka Bacalah, Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan”
.

Maaf, saya tidak bermaksud menghina seorang Qory, karena saya hanya bisa mengingatkan seseorang. Tapi saya tidak punya wewenang untuk menghukum siapapun walau hanya dengan kata-kata.

Tapi jika kedengarannya kata-kata yang saya tulis ini sangatlah keras, itu hanyalah karena saya merasa kasiban dan iba pada seorang Qory, seorang gadis yang masih sangat muda tapi sudah menjadi bahan hinaan dan cercaan bapak-bapak di warung kopi dan ibu-ibu di pedesaan di Aceh.

Ramzi - Love Is Blind (Video Clip & Mp3)

Kamu pasti nggak bakalan nyesal download lagu ini! Gw aja yang baru dapet semalam, asik ngulang-ngulang ajah dengernya. Semua yang kamu cari dari sebuah lagu ada di sini. Yang pasti lagunya masuk ke semua kalangan deh.

Download Video Clipnya disini:
http://rapidshare.com/files/255932109/Ramzi.ft.Ash.King.-.Love.Is.Blind.2009.MViD.AC3-xDR.mkv

Download juga Mp3 Ramzi - Love is Blind:
http://rapidshare.com/files/88485576/Ramzi___Ash_King_-_Your_Love_Is_Blind.mp3

Masih Penasaran, gw suggest loe semua lihat dulu cuplikan klip berikut ini:

Download Album Alexander Rybak – Fairytale (2009)

Kenal dengan Alexander Rybak? Penyanyi berkebangsaan Norwegia yang berhasil menang dalam kontes Euro Vision 2009 di Moscow lewat single hit “Fairytale” dengan mengantongi 387 point.

Teringat dengan kepiawaian Idris Sardi di Indonesia, Rybak dengan biolanya berhasil memikat para pencinta musik Eropa dengan aksinya yang memukau. Keberhasilan Rybak bukanlah sesuatu yang biasa, dengan talenta dan lagu yang indah di dengar. Penyanyi ini berhasil menyuguhkan nuansa indah yang diinginkan oleh para pencinta musik dunia.

Artis ini lahir di Minsk, Belarusia yang masih dalam kesatuan Uni Soviet pada saat itu. Ketika berumur 4 tahun, Rybak dan keluarganya pindah ke Norwegia. Di negara barunya tersebut Rybak mengasah kemampuan musik yang akhirnya mengantar sang pemain biola ini ke peringkat pertama penyanyi Eropa tahun 2009.

Dari album “Fairytale”, ada sebuah lagu yang sangat saya sukai yaitu “Roll With the Wind”.

Penasaran dengan lagu tersebut, silahkan download clipnya di sini.

Sebelum kamu download, ada baiknya kamu preview dulu klip berikut yang saya ambil dari YouTube.com



Kamu juga bisa memiliki Full Album untuk Album “Fairytale” dalam format mp3 yang berisikan lagu-lagu berikut:

1. Roll With the Wind
2. Fairytale
3. Dolphin
4. Kiss and Tell
5. Funny Little World
6. If You Were Gone
7. Abandoned
8. 13 Horses
9. Song from a Secret Garden

Caranya, tinggal kamu download disini.

Jangan Cepat Berniat Membantu Orang Lain

Terlalu bodoh orang yang berpikir untuk membantu orang lain, bagi saya orang seperti ini hanyalah sosok manusia “Berlagak Hero” tapi tidak bisa diandalkan sama sekali.

Memang aneh kedengarannya, bahkan sangat aneh mendengat penuturan ini di saat semua orang menyerukan untuk berbuat kebaikan dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Ah, itu hanya bahasa orang-orang yang mencoba mengajak ke arah kebaikan tapi tidak mengerti problematika era modern.

Mungkin pemikiran seperti ini akan terkesan sangat radikal, tapi jujur saja bangsa ini hancur karena manusia-manusia seperti ini. Bagaimana mungkin seseorang yang belum bisa membantu dirinya sendiri kemudian timbul keinginan untuk membantu orang lain. Dan bagaimana juga seseorang yang ingin memperkaya dan meningkatkan taraf hidup orang lain sedangkan dia berjibaku dengan berbagai problematika hidup seperti biaya hidup, sewa rumah, pulsa HP, dan 1001 keperluan lainnya.

Boleh dong kita mengikuti kata pepatah Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, jadi sambil memperkaya diri sendiri, kita juga bisa memperkaya orang lain”, kebanyakan manusia pasti berpikir hal tersebut. Ah, bagi saya orang-orang ini hanya bicara melalui mulutnya saja tapi tidak dibarengi anggukan dari hatinya.

Saya tidak mengingkari bahwa di bumi ini masih ada manusia-manusia yang bisa mewujudkan hal tersebut secara bersamaan. Tapi pertanyaannya, berapa persenkah orang-orang seperti ini dibandingkan dengan penduduk dunia keseluruhan?

Terlalu bodoh mengambil resiko sejauh itu, apalagi kita akan segera membuka pintu-pintu masalah baru dengan kunci-kunci menjual prinsip dan idealisme yang pernah kita miliki dan kita genggam dengan erat.

Mari kita teruskan pembicaraan ini secara lebih spesifik …


Jika seseorang yang sudah menyelesaikan Studi Strata 1 dari bangku kuliah, maka jangan pernah berpikir untuk langsung mengabdi, apalagi kemudian yang menjadi pilihan adalah menjadi PNS. Percayalah anda sedang berada di jurang yang sangat sempit.

Betapa banyak orang yang melakukan ini, kemudian mengutuk kehidupan baik dengan ucapan atau perbuatannya. Di saat para Professor dan Doktor meninggalkan mahasiswa mereka hanya karena alasan ekonomi, lalu melakukan serah terima tanggung jawab kepada asisten mereka yang kurang pengalaman dan tingkat intelektualitas.

Para kepala dinas melakukan praktek suap yang disebut sebagai “Uang Kopi” karena dengan mengandalkan gaji yang mereka terima dari negara, itu tidak akan pernah sanggup membuat mereka mampu membangun rumah yang besar dan membeli kendaraan yang bagus.

Para guru pun juga menjadi bolos, mereka berubah menjadi petani dan peladang bahkan pedagang dengan mengorbankan waktu yang seharusnya mereka berikan sepenuhnya kepada generasi-generasi bangsa.

Para Ustadz dan Ustadzah di berbagai pondok pesantren yang banyak mengeluh karena kehidupan masa depan yang suram, bagaimana mungkin masa depan mereka menjadi cerah jika hanya memiliki penghasilan Rp. 100.000 - 250.000 sebulan?

Inilah moment-moment penting kehancuran suatu bangsa. Ketidakstabilan sedang menggerogoti bangsa ini. Praktek manipulasi dan suap merebak seperti jamur. Mereka disuruh makan dari penggalan kalimat “Pahlawan Tanpa Jasa”. Andaikan kalimat tersebut bisa mengisi perut mereka yang keroncongan, andaikan kalimat tersebut bisa menghapus keringat mereka yang di bakar sinar matahari dan andaikan kalimat tersebut bisa menghapus jeritan dan kebingungan yang mereka hadapi.

Apapun bidang studi anda, ekonomi, hukum, politik, manajemen, studi agama, jangan sampai menutup mata anda membuka jalan buat diri sendiri untuk berusaha memperbaiki taraf hidup anda melalui usaha riil. Jangan takut berbuat dan jangan gengsi melakukannya. Hanya karena anda melihat teman-teman anda menaiki mobil mewah.

Bertahanlah untuk mengukur jalan tanpa perlu berpikir terlalu muluk-muluk untuk kehidupan anda. Kejar realita yang bisa anda peroleh, dan jangan pernah mundur sebelum anda berhasil. Karena seorang anak manusia tidak dilahirkan dalam keadaan dewasa, semuanya melalui sebuah proses, dan anda pernah menikmati dan teruji dengan proses tersebut. Dan biasanya kemapanan diraih dengan cucuran keringat dan rasa lelah yang berlebihan.

Jika anda sudah berhasil untuk berdiri dengan tegak, lakukanlah apa yang ingin anda lakukan. Karena pada saat itu anda akan hidup sebagai diri anda sendiri dengan prinsip dan idealisme yang telah cukup lama anda bangun.

Prinsip anda akan subur anda pupuk tanpa perlu bergantung dan dipengaruhi oleh sistem, keadaan dan pandangan-pandangan orang lain. Dan anda sedang menuju jalan yang sangat indah, jalan keindahan di taman yang dikelilingi oleh bunga-bunga harum.

Sekali lagi teman! Buang rasa takut, gelisah, tidak percaya diri dan satu lagi yang penting, ego dan gengsi yang merayap di relung hatimu. Serta jangan memaksakan idemu jika kemudian suatu waktu harus kamu gadaikan.

Black Market Vs Perbankan Konvensional

Selama beberapa waktu saya pernah hidup dalam dunia yang tidak indah dan tidak nyaman karena dorongan ekonomi yang serba kekurangan pada saat itu. Dunia yang anda dan saya kenal dengan nama “Black Market”.

Black Market yang saya maksudkan merupakan usaha penjualan uang ilegal yang dilakukan tanpa izin dari perbankan resmi. Di katakan Black Market karena usaha ini bisa mengancam stabilitas keuangan pada suatu negara, karena penjualan di dunia ini jauh mengalahkan nilai yang telah diatur oleh Lembaga Keuangan Resmi. Di samping itu, tidak aturan main khusus di dunia ini, anda bisa melakukan penjualan terhadap semua mata uang meskipun negara telah melakukan pelarangan keras dengan adanya tingkat inflasi yang sangat besar.

Orang-orang di usaha “Black Market” tidak peduli dan cuek dengan aturan itu, karena menurut mereka apa yang kita lakukan adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tidak bisa dipenuhi oleh negara.

Apakah tidak ada lagi pekerjaan lain yang baik untuk dilakukan tanpa harus berada di dunia hitam tersebut? Tanpa perlu menjawab pertanyaan ini, saya hanya mengajak anda melihat sekeliling anda betapa banyaknya tingkat pengangguran dan lapangan pekerjaan yang tersedia.

Tapi pemahaman tentang baik dan buruk itu seakan sirna dari kamus hidup saya pada saat itu, dengan tuntutan realitas yang tidak bisa diundur. Kebutuhan makan, sewa rumah, diktat kuliah dan biaya studi semuanya berlomba mencari tuannya yang tidak akan sanggup memenuhi kebutuhan tersebut dan dalam kondisi yang sangat lemah.

Iya! Negara tidak peduli dengan orang-orang seperti saya, dan ini yang menjadikan saya harus menjadi seorang yang harus produktif dari kaca mata saya sendiri untuk menutupi kebutuhan hidup yang tidak pernah bisa kompromi. Dan “black Market” menjanjikan apa yang tidak bisa saya dapatkan di tempat lain.

Cerita “Black Market” pun usai dari hidup saya, dan tak akan pernah ingin saya ulangi karena saya sadar betul tidak ada kenyamanan jiwa di sana, semuanya hanya karena materi. Adakah kenyamanan hidup dalam sebuah sistem yang dikenal dunia dengan sebutan “Mafia”? Saya tidak percaya ada kebahagiaan dan kenyamanan di sana. Masih kurang percaya, saksikan saja film The Godfather dan kenalilah dunia itu secara lebih dekat.

Cerita ini kemudian menjadi topik hangat diskusi saya dengan seorang pimpinan unit permodalan usaha mikro yang sudah sangat banyak pengalamannya di dunia perbankan. Beliau sudah pernah kerja di 5 bank sebelumnya. Dan pengalamannya di dunia perbankan bukanlah sekedar pengalaman orang-orang yang melayani uang orang lain sebagai Teller.

Hal sangat mengejutkan bagi saya pagi ini, ketika mulutnya dipenuhi dengan kata-kata: “Di saat kita mencari uang dari sesuatu yang haram jelas kita tidak bisa nyaman, apalagi jika uang yang kita dapatkan melebihi kebutuhan yang kita inginkan kemudian timbul keinginan untuk berbagi dengan orang-orang yang kita cintai seperti ortu, maka hidup kita akan semakin gelisah”.

Kata-kata ini membuat jiwa saya sangat tidak nyaman karena dua hal penting:

1. Timbul rasa takut yang luar biasa dalam diri saya jika usaha “Black Market” yang telah saya jalani adalah sesuatu yang haram, bisakah dosa-dosa itu terampuni dan kemudian daging-daging di tubuh saya yang sudah terkontaminasi dengan sesuatu yang haram akan bisa dibersihkan kembali? Dan apakah saat saya membuat tulisan ini daging, darah dan semua komponen tubuh saya sudah benar-benar bersih dari yang haram tersebut?

2. Jika “Black Market” benar-benar haram, lantas bagaimanakah dengan transaksi di perbankan konvensional? Apakah program-program seperti kredit dengan jumlah bunga tertentu yang harus dibayarkan oleh Costumer tanpa peduli apakah usaha mereka berhasil atau tidak adalah sesuatu yang tidak haram?

Bukankah jika dilihat secara prakteknya, Bank-Bank Konvensional ini sebenarnya tidak berbeda dengan usaha yang dilakukan oleh para Rentenir alias Lintah Darat? Perbedaannya hanyalah orang-orang di perbankan tampil dengan seragam jas kilat dan dasi yang indah.

Sesaat saya merenung tentang nilai Halal dan Haram terutama dari efek moral yang kita inginkan bersama. Bagaimana mungkin nasehat dan usaha-usaha perbaikan moral terhadap masyarakat bisa sukses jika dalam tubuh mereka tanpa kita sadari sudah tersumpal dengan sesuatu yang haram.

“Kita hidup di alam darurat dan hukum darurat berlaku untuk kehidupan kita saat ini. Bagaimana mungkin kita melakukan transfer dan penerimaan uang jika tidak menggunakan jasa perbankan. Kemudian jika kita sangat membutuhkan uang untuk suntikan modal usaha, kemana kita harus mencarinya jika tidak ke tempat-tempat tersebut? Tuhan juga tidak akan kejam menghukum kita dengan keadaan darurat yang sedang kita alami sekarang ini”. Seorang teman pernah menimpali suatu ketika.

Jika ini dijadikan tolak ukur sebagai alasan, sampai kapan kita akan berubah? Dan kemudian sistem tersebut kita wariskan kepada anak cucu kita. Dan jika itu juga menjadi alasannya, mungkin sangat salah jika dulu saya harus meninggalkan dunia “Black Market” yang saya jalani.

Tapi sampai kapan dan kapan kita bisa lepas dari jeratan tersebut?

Kini saya benar-benar sadar bahwa saya tidak akan sanggup melakukan perubahan apapun jika apa yang saya pikirkan ini adalah benar, tapi bukan berarti saya tidak bisa melakukannya. Karena masih tersisa suatu hal yang sangat kecil yang masih bisa saya usahakan yaitu menjauhkan diri dari hubungan dengan dunia Lintah Darat.

Bukankah membangun perbaikan yang besar harus dimulai dari sesuatu yang kecil? Dan inilah cerita yang tersisa yang masih bisa saya usahakan. Sedangkan selebihnya saya tidak punya kekuatan apa-apa.

Note:

Maaf buat teman-teman yang bekerja di perbankan konvensional, saya tidak bermaksud menyakiti hati anda, karena pemikiran kita bisa berbeda lagipula belum tentu saya benar sepenuhnya. Tapi jika saya boleh mengusulkan, jika anda benar-benar bisa mencari uang di tempat lain, maka itu akan jauh lebih baik bagi anda, isteri/suami dan anak-anak anda.

Album terbaru 2009 Sami Yusuf

Anda ingat sosok Sami Yusuf? Seorang penyanyi religi berkebangsaan Inggris yang terkenal lewat tembang-tembang nashid islami yang begitu menyentuh, kini sudah merampungkan album terbaru untuk tahun 2009 yang diberi nama dengan “Without You”.

Album ketiga yang dirilis pada Januari 2009 ini telah terjual sebanyak 1.700.000 kopi di seluruh dunia. Single “Asma Allah” merupakan hit yang paling banyak disukai oleh penggemarnya.

Penyanyi muslim berdarah Iran ini telah meluncurkan 3 album selama karir profesional yang digelutinya di dunia musik. “Al-Mu'allim” dirilis pada Juli 2003 yang terjual lebih dari 2 juta copy, dan “My Ummah” yang dirilis pada September 2005 dengan total penjualan lebih dari 3 juta copy.

Keberhasilan Sami dalam menyuarakan isu-isu sosial, religius dan kemanusian lewat syair-syair yang dinyanyikannya telah menempatkan penyanyi ini sebagai “Islam's Biggest Rock Star”, yang dianugerahi oleh majalah “Time” pada tahun 2006.

Penasaran dengan lagu terbarunya Sami Yusuf?

Silahkan download Video Clip Asma Allah:

Sami Yusuf - Asma Allah



Kamu juga bisa mendownload full albumnya di sini:

Sami Yusuf - Without You


01. Asma Allah
02. Without You
03. My Only Wish ( Interlude)
04. Forever Palestine
05. He Is There
06. Sallou
07. A Thousand Times
08. Never Never
09. Anything For You
10. Salutation
11. Not in My Name

Masih penasaran? Silahkan cek video terbaru Sami Yusuf ini:

Siapa Yang Benar: Saya Atau Malaysia?

Beberapa hari ini acara-acara televisi terus mengganggu pikiran, saya terus diajak berjibaku dengan berbagai alasan untuk apa dan kenapa?

Lantas adakah hari ini yang sudah dijalani sudah seperti yang diinginkan? Jika saya memiliki sebuah gunung, sudah cukupkah itu atau saya masih harus memiliki sepetak samudera yang masih terbentang luas, tempat yang digunakan untuk dilewati oleh besi-besi dan baja-baja kesombongan dan keangkuhan hidup.

Atau saya dan orang-orang seperti saya hanyalah sebuah umpan untuk kebahagiaan sedikit orang yang mengatasnamakan persatuan dan kesatuan? “Dalam kaedah memancing ikan, di mana-mana yang namanya umpan tidak pernah selamat kan?”.

Saya barangkali terlalu berlebihan dalam memandang sesuatu, sehingga melupakan fitrah hidup yang seharusnya saya jalani. Kenapa saya harus berpikir untuk sesuatu yang besar, di saat saya masih berdiri sebagai orang kecil yang sering terpinggirkan.

Sesaat menenangkan pikiran dengan helaan nafas panjang tidak cukup menenteramkan hati saya yang sering digelitik oleh masalah-masalah yang hampir tiap hari saya tonton. Meski tidak seharusnya saya yang awam yang datang dari golongan kecil menghabiskan waktu terlalu lama memikirkan hal-hal seperti ini.

“Kadangkala apa yang kita rasakan membutuhkan pihak ketiga agar kita bisa berbagi tentang apa yang kita rasakan, bukannya harus terus dipendam”, timpal seorang teman suatu ketika.

Tapi di sekeliling saya, isu-isu penting merebak dengan begitu dahsyat, stasiun televisi berlomba memberitakannya. Tari Pendet, Lagu Terang Bulan, Kasus Teritorial Negara, kekerasan yang dialami oleh para TKW, dan masih banyak lagi. Cerita-cerita itu sangat mengganggu indahnya pendengaran kuping saya.

Lalu saya pun mulai menyalahkan Malaysia dan terkadang menyebut mereka dengan sebutan “Malingsia”. Dan mengklaim mereka mereka sebagai bangsa yang sering menepuk di air tenang, menggunting dalam lipatan dan menjegal kawan sejalan.

Akibat yang harus ditanggung, harmoni antar tetangga akhir-akhir ini tinggal sebuah cerita, semuanya dijebak dalam perang urat saraf yang mendebarkan. Para netter dan hacker pun tak tinggal diam, perang pun terkadang merambah dunia maya. Forum-forum dipenuhi oleh hujatan, web-web dan blog-blog dicemari oleh berbagai hujatan, gambar-gambar monyet terkadang juga ikut nimbrung entah apa hubungannya dengan semua isu yang sudah menjadi fenomenal tersebut.

Jika mereka sudah terbukti bersalah, lantas apakah saya sudah menjadi orang yang benar?


Fenomena yang harus saya hadapi ternyata lebih komplit, saya baru tahu bahwa Tari Pendet berasal dari Bali dan merupakan salah satu budaya negeri ini. Jika Malaysia tidak melakukan penyerobotan dan klaim terhadap tari tersebut, mungkin saya selamanya tidak akan pernah tahu kalau ada sebuah budaya Indonesia yang diberi nama dengan Tari Pendet.

Apakah saya satu-satunya makhluk di negeri ini yang merasakan hal tersebut? Marah ketika budaya dicaplok oleh negara lain tapi tidak pernah peduli untuk melestarikannya. Saya benci orang-orang lain merebut hak saya yang seharusnya tidak pantas saya miliki, karena saya hanya memiliki kemarahan bukan pelestarian.

Dan sifat marah saya pun terus bertambah seiring dengan lamanya waktu, saya marah orang-orang di luar sana memukul rakyat saya, tapi saya tidak pernah memarahi diri saya sendiri tatkala saya memukul dan bahkan membunuh orang-orang kampung saya sendiri. Tidak ada hukum untuk nyawa-nyawa yang telah melayang, semua masalah cukup diselesaikan dengan sebuah permintaan maaf saja.

Kantor-kantor HAM tutup mulut dan terlalu disibukkan oleh orang yang mengawini anak di bawah umur. Sedangkan nyawa yang telah pergi, biarkan mereka pergi karena hukum hanya untuk mereka yang masih hidup. Hukum tidak dibuat untuk orang mati meski kematian seseorang harus dilalui melalui sebuah proses yang sangat tidak wajar, tapi hukum tetap tidak perlu terlalu sibuk dengan hal-hal alam ke dua.

“Sesuatu yg disebut sebagai "Budaya" adalah milik etnis per etnis, bukan milik Indonesia! Sebuah peristiwa "budaya" telah lahir jauh sebelum adanya Republik Indonesia. Etnis/Suku yang bersangkutan adalah berhak penuh atas karya budaya nenek moyangnya. Indonesia hanya berhak mengatur Budaya dalam konteks Hak Kekayaan Intelektual.

Mengapa kita tidak malu dengan negara-negara besar yg gak pernah ribut soal budaya?

Suku Indian tidak pernah marah, ketika sekarang banyak yg merokok, padahal itu budaya mereka. Negaranya Beethoven, Mozart, dll gak pernah melarang kita bermain musik Klasik. India tidak marah ketika Tabla sudah menjadi ciri khas lagu dangdut di Indonesia. China tidak pernah protes, ketika orang asli indonesia juga ikut menampilkan Barongsay. Amerika tidak keberatan, band di seluruh dunia menggunakan alat musik temuan bangsanya. Portugis diam saja, ketika kita mengakui Musik Keroncong sebagai tradisi kita..

Terlalu banyak daftar yg harus saya tulis….

Ternyata bangsa-bangsa besar tsb tidak mau berpolemik untuk hal-hal seperti itu. Mereka lebih memilih terus berkreasi dan menjadi maju, daripada berkutat pada persoalan itu-itu saja. Apakah ini pertanda memang bangsa kita selalu "kurang kerjaan"?

Tahukah anda, bahwa sebuah karya seni akan menjadi Public Domain setelah 50 tahun? Jadi, segera hentikanlah klaim mengklaim asal usul sebuah karya seni. Sebuah hasil Masterpiece jauh lebih dihargai dari sekedar predikat sebagai pionir. Contoh: kita semua tahu, siapa Leornado Da Vinci.. tahukah anda siapa penemu cat nya! Penting banget gak sih?”.


Tiba-tiba saya merenung mencerna paragraph-paragraph di atas yang secara tidak sengaja saya temukan di internet dan saya ulangi beberapa kali agar saya tidak salah memahami.

(Maaf! Saya tidak bisa mengungkapkan sumbernya).

Oh … Jadi kenapa selama ini saya teriak-teriak, atau saya terlalu banyak berpikir sehingga saya tidak tau lagi harus bersikap. Atau mungkin saya memang terlalu banyak berpikir, atau mungkin marah masih memenuhi otak saya sehingga tidak bisa berpikir piawai.

Damailah wahai dunia! Bukankah semua penyakit di dunia ini ada obatnya kecuali mati?


Sepucuk Surat Cinta Ramadhan Untuk Teman

“Ramadhan Karim, Allahu Akram (Bulan Ramadhan yang mulia, Allah lebih mulia)”, sepenggal kalimat sapaan untuk orang-orang di sekitar yang setiap tahun bisa aku dengar dari mulut orang-orang Arab. Kemulian yang dihadirkan oleh bulan ini telah menghadirkan kesadaran pada manusia-manusia Padang Pasir dalam sebuah ungkapan yang terus-menerus mereka perdengarkan setiap tahun.

Benarkah ini bulan mulia untuk semua orang?

Terlalu berlebihan jika harus menjawab “iya”, karena jawaban seperti itu justeru bukan sikap memuliakan bulan ini. Ramadhan datang dan pergi seperti sebuah predikat penghargaan yang diberikan hanya untuk orang-orang yang berharga. Bagaimana mungkin bulan ini mulia bagi para pendosa yang menghimpun kotoran dan debu yang berkarat di hati mereka secara terus-menerus, tanpa lahirnya kesadaran tentang sebuah paradigma dan rekonsiliasi jati diri.

Tapi Ramadhan tetaplah istimewa, karena Ramadhan kali ini adalah moment kesekian kalinya aku melihat orang-orang di sekitarku berbahagia bersama orang-orang yang mereka cintai dan sayangi. Senyum bahagia merebak dan mekar bagai bunga matahari di cerahnya pagi. Terkadang sebuah kecupan mesra mendarat tepat di kening Sang Cinta. Pelukan erat tak jarang terjadi dalam sebuah iklim kedamaian tanpa perlu takut pada sebuah peluru nyasar yang akan bertamu tanpa mengetuk pintu.

Makanan dan minuman berlomba-lomba berdatangan ke meja makan, kue pun tak terhitung jumlahnya dengan anera ragam. Santapan demi santapan menghiasi bibir-bibir indah ciptaan Tuhan. Meski aku dan mereka tak harus takut merogoh kocek yang dalam untuk menghadirkan semua nikmat Sang Pencipta tersebut.

Wahai teman yang hampir terlupakan!

Kini aku mengharungi hidup sendiri berdiri tegak dalam ketegaran, berhadapan dengan semua topan dan badai yang semakin sering berdatangan. Tapi saat seperti itu aku teringat akan dirimu yang selalu tersenyum, walau sekuat apapun pedang yang tajam menebas ragamu. Kau adalah ilhamku, ilham yang hampir aku lupakan dan aku pinggirkan.

Aku tidak pernah membencimu, dan ingin selalu merinduimu dalam gemulainya langkah yang kugerakkan. Tapi dunia sering menghanyutkanku dalam temaram warna hitam, karena hitam itulah yang sering aku dapatkan di rumah-rumah, di gedung-gedung, di pinggiran jalan dan di kios-kios. Andaikan kau ada di sini mungkin hitam akan berganti menjadi putih.

Wahai teman yang aku rindui!

Maaf jika aku baru mengirimkan surat cinta ini sekarang, karena aku merindukan ilhamku. Ilham yang akan membawa aku ke perbatasan kotamu, bercumbu mesra dengan debu-debu yang bercerita tentang kepiluan dan kesedihan hatimu.

Ikhlaskan ayah dan ibumu pergi, karena mereka sedang tersenyum di sisi alam yang berbeda dengan alam kita, mereka sedang mabuk dalam cinta Sang Pemberi Rahmat. Akulah yang harus kau tangisi, karena sering kehilangan cinta yang pernah kau berikan dengan tulus.

Teman!

Sesaat tanganku gemetar untuk menyambung tulisan ini, saat telingaku ditusuk-tusuk mendengar nyaring rangkaian kata yang didendangkan Michael Heart diiringi petikan gitar kepedihan:

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight


Oh Teman! Dosa apa yang telah kau kerjakan di tanah yang pernah dibebaskan oleh kebijakan Umar dan keberanian Shalahuddin dari cengkeraman kedhaliman? Ataukah Engkau sedang diuji dibalik kekuatan yang Allah miliki, ujian yang akan mengantarkanmu ke syurga indah untuk para pejuang?

Maaf Teman, jika sekarang mulutku terasa sulit memasukkan semua makanan enak yang ada di hadapanku ke dalam mulut, karena aku teringat pada dirimu yang menyelesaikan puasamu di bawah dentuman meriam mereka yang telah memanggilmu dengan sebutan “Teroris”.

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze


Note:
Surat ini untuk para saudara-saudara kita yang tidak bisa tersenyum indah di Bulan Ramadhan seperti senyuman kita. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga cinta kita masih kuat seperti dulu.

Mari Sedikit Bicara Tentang Cinta

Semenjak dari kemaren, telinga dan mata saya akrab sekali dengan kata-kata cinta. Facebook, blog-blog teman, semuanya bicara tentang cinta. Dari kisah sedih, pengkhianatan, ketulusan, pengorbanan, semuanya dihiasi dalam balutan yang dikenal dengan nama “CINTA”.

“Ah, seakan-akan selama ini saya sudah melupakan kata yang satu ini dan jarang berkenalan dengannya”, tunggu sekejap! Saya sedang membatin sesaat.

Saya yang sehari-hari hanya duduk di pagi hari, bercanda di siang hari, menjelajah di dunia maya di sore hari dan tersenyum sendiri di depan sebuah televise 14 inc di malam hari, hidup dengan sebuah kondisi yang hampir terlewatkan oleh rasa ini.

Teman-teman datang dan pergi mengingatkan tentang rasa hati yang abstrak ini. Tapi benarkah cinta semurah yang kita lihat dan kita dengar di sekeliling kita?

Teman! Mari sebentar sama-sama kita berada di kamar masing-masing untuk mengenal lebih dekat cinta sambil mendengar saya berkoar-koar tentang makhluk halus .. eh maksudnya rasa terdalam yang dimiliki manusia ini.

Bicara cinta sebenarnya kita sedang menelusuri sebuah ikatan dari dua sisi yang disatukan dalam satu ruang lingkup kebersamaan. Dan kebersamaan menghadirkan pengetahuan luas untuk mengerti sisi yang lain tentang keinginan.

Saya teringat pada sebuah ungkapan “Love is Friendship”, yang membawa saya ke ranah pengertian bahwa cinta adalah keakraban dan keintiman.

Akrab dan intim sendiri adalah dua kata yang dimengerti tentang kedekatan yang telah dihadirkan cinta, bahwa kita ada di sisi lain di saat kita benar-benar ada di sana atapun tidak ada dalam wujud fisik.

Artinya, seseorang yang telah mendeklarasikan dirinya memiliki cinta adalah orang yang mengerti betul tentang kondisi yang harus dipenuhi. Terkecuali dia memang sedang berbohong pada publik kalau dia memang mengerti apa itu cinta.

Rindu ingin bertemu sang kekasih, suka membaca surat-surat cintanya, gemetar menyebut namanya adalah kondisi yang tidak bisa dipalingkan dari seorang pecinta. Di samping itu, menuruti semua keinginan sisi lain adalah pengorbanan lainnya yang diberikan untuk wujud sebuah cinta, terlepas apakah yang telah, yang sedang dan yang akan dilakukan tersebut disukai atau tidak.

Bahkan demi cinta seseorang tidak peduli dirinya tersakiti atau menderita. Rasa maaf senantiasa hadir dalam waktu yang sangat luas, sedangkan benci tidak mendapatkan tempat yang layak dalam relung hati.

Karena itulah cinta adalah sebuah rasa yang selalu dikejar tidak henti-hentinya, dan bisa dihadirkan dalam balutan yang bermacam-macam. Cantik dan tampan, penampilan menarik, kaya dan lain sebagainya adalah suasana yang juga punya pengaruh kuat untuk mencintai dan dicintai. Tapi secara umum, semua orang membutuhkan untuk bisa mencintai dan dicintai. Itulah sebabnya kenapa setiap orang menginginkan cinta dalam wujud yang sempurna dengan berbagai pengaruh-pengaruh dari keinginan yang muncul dari gejolak jiwa.

Dan cinta telah menyatukan bangsa-bangsa yang jauh, menghangatkan para tetangga dan bersemi di musim gugur.

Tapi cinta tidak pernah menuntut untuk melakukan hal-hal yang buruk apalagi terburuk, karena cinta terlalu indah untuk dilukiskan sehingga mustahil menuntut hal-hal semacam itu. Jika ada orang berbohong atas nama cinta, maka jelas bahwa kebohongan itu mengandung makna positif. Masalahnya adakah kondisi positif seperti yang saya maksudkan bisa disesuaikan dengan sebuah kebohongan?

Bila ada yang bertanya kepada saya tentang seseorang yang ingin dibunuh, saya harus berbohong demi kecintaan saya untuk menyelamatkan sebuah nyawa manusia. Dan cinta yang mengajarkan saya berbuat demikian.

Indahkan cinta?

Silahkan kembali anda renungi secara lebih mendalam dalam kesendirian di dalam kamar anda. Jika masih banyak pertanyaan tentang cinta yang belum bisa anda jawab dan mengerti.

Saya sarankan anda untuk sedikit menghabiskan waktu untuk membaca:

1. Q.S Ar-Ra’d : 19-24
2. Q.S Al-Anfal : 1-4
3. Q.S Al-Baqarah : 165-167
4. Q-S Al-Mukminun : 1-11

Anda Wanita Modern Atau Wanita Pra Sejarah?

Wanita adalah makhluk yang ditakdirkan memiliki kelembutan yang luar biasa jauh dari apa yang dimiliki oleh kaum Adam. Kelembutan makhluk yang satu ini tidak hanya tercermin dari hati dan pikiran mereka, tapi juga mempengaruhi tingkah dan perilaku sehari-hari. Keindahan yang dimiliki oleh kaum Hawa inilah yang telah mengantarkan mereka pada kodrat sebagai seorang ibu.

Logikanya, seorang anak yang selalu ingin dimanja dan disayangi setiap waktu lebih banyak bersandar pada kelembutan dada dan bahu sang ibu, karena seorang bapak tidak akan sanggup menandingi kepiawaian seorang wanita dalam hal yang satu ini. Bahkan bangun di setiap malam untuk anaknya yang sedang menangis adalah bagian lain dari kisah indah buah dari kelembutan yang mereka miliki.

Inilah sedikit gambaran kehebatan dan kelebihan yang dimiliki oleh kaum Hawa, suatu keadaan (maaf untuk yang satu ini) yang telah banyak dilupakan oleh kaum hawa itu sendiri, dengan pengaruh bahwa sifat itu telah menempatkan kaum hawa sebagai makhluk yang lemah. Dan bagi saya itu bukan kelemahan, tapi kesalahan pemahaman yang cukup mengerikan. Karena saya tidak sanggup membayangkan jika saya ditakdirkan memiliki jodoh seorang petinju atau atlet angkat besi.

Sifat lembut yang telah diberikan oleh Sang Pencipta meskipun sekilas terlihat oleh mata telanjang sebagai suatu bentuk kelemahan, sebenarnya memiliki kekuatan dan daya penghancur luar biasa. Karena sifat lembut itulah yang akan menjanjikan kedamaian kepada penduduk bumi.

Bukankah kehebatan seorang Mahatma Gandhi yang telah menghadirkan penyesalan luar biasa kepada Panitia Penyerahan Penghargaan Nobel karena kelembutan yang dimilikinya? Bukankah salah satu jurus ampuh yang dikenal dalam sejarah Kungfu China yang dikenal dengan nama Tai Chi, adalah gerakan-gerakan silat yang diadopsi dari kelembutan gerakan yang dimiliki oleh wanita, dan telah menempatkan kaum Bu Tong sejajar dengan biara-biara Shaolin?

Itu hanya dua contoh ringan bahwa kelembutan bukan kelemahan seperti yang diamini oleh perilaku kebanyakan Kaum Hawa.

Saya sering terheran-heran jika melihat ada kaum Hawa sanggup berbicara dan bertingkah seperti lelaki, karena bagi saya itu bukan kodrat yang telah Sang Pengasih berikan untuk mereka. Berjalan dengan cara menghentakkan bumi, berbicara dengan suara yang keras dan lantang, memandang dengan penuh menantang, dan masih banyak kisah lainnya yang telah membawa mereka ke arah emansipasi kaum modern (kalau saya tidak salah menyebutkannya seperti itu).

Mata saya kemudian terbelalak melihat dan membaca buku-buku sejarah tentang perilaku manusia Pra Sejarah, ternyata cerita-cerita manusia seperti itu ada dan terjadi pada masa itu. Timbullah pertanyaan yang agak sedikit membingungkan saya, emansipasi yang dimaksud atau persamaan gender yang diinginkan selama ini, adalah hasil adopsi dari masyarakat Pra Sejarah?

Saya tidak mendiskreditkan anda wahai kaum Hawa, karena tanpa anda mungkin hari ini saya tidak pernah bisa membuat sebuah tulisan untuk anda baca. Karena jika saya boleh untuk jujur sepenuhnya, saya hanya menginginkan anda semua memiliki kelembutan yang menghancurkan besi dan baja dan mengajar hati-hati kasar kami para laki-laki bajingan.

Ketika Semangat Pergi

Saya bukanlah pakar bahasa untuk menterjemahkan sebuah kata dalam susunan dan rangkaian kata (terminologi) yang mudah dimengerti. Tapi demi kecintaan saya dalam membuat sebuah tulisan yang sederhana, saya harus bisa menterjemahkannya kepada pembaca meskipun dengan bahasa awam saya sekalipun.

Jadi, semangat menurut saya adalah “gejolak jiwa yang sangat kuat untuk meraih dan menggapai sesuatu dibarengi dengan usaha yang keras”. Pengertian tadi bisa jadi belum sempurna, sebagaimana yang dinginkan oleh para Pakar Mantiq yang mengharuskan sebuah pengertian harus memiliki dua hal, yaitu: Jami’ dan Mani’.

Jami’ adalah pengumpulan semua unsur dari sebuah kata yang dimaksud dan disebutkan dalam sebuah pengertian, sebaliknya Mani’ adalah mengeluarkan semua unsur-unsur yang tidak terdapat pada kata yang dimaksud dari pengertian tersebut.

Misalkan saja kata kursi, untuk memberikan sebuah pengertian atau definisi untuk kata ini, seseorang harus bisa membedakannya dari kata-kata lain seperti bangku dan sofa, misalkan. Hal seperti ini sangat penting sehingga membuat setiap orang bisa memahami kata tersebut dengan pemahaman yang benar.

Kembali ke kata “Semangat” yang sudah saya coba definisikan di atas yang memiliki sifat seperti air laut. Terkadang mengalami pasang yang membuat seseorang begitu bergejolak dan membara (kalau boleh saya sebutkan demikian) dalam melakukan sesuatu, dan terkadang juga mengalami surut yang mengantarkan seseorang ke dalam suasana malas, tidak bergairah, kurang imajinatif dan sejenisnya.

Sebagai sesuatu yang abstrak, semangat sangatlah sulit dikembalikan ke tahtanya tatkala kita berada dalam sebuah situasi yang sulit dan tertekan. Sebut saja situasi yang saya maksud seperti anda diputuskan cinta oleh orang yang sangat anda cintai, gaji pekerjaan yang begitu kecil sedangkan beban kerja sangat besar dan lain sebagainya.

Problematika seperti ini sangat banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Dan sering membuat seseorang tertekan atau bahkan frustasi. Sikap frustasi inilah yang membuat semangat pergi dari jiwa, yang melahirkan beberapa sikap yang tidak diinginkan seperti malas dan lain sebagainya.

Perlu juga diketahui, bahwa faktor semangat seseorang hilang bisa dipengaruhi oleh banyak hal dan berbeda tingkatan dan waktu seiring dengan perbedaan karakteristik antara manusia. Buktinya, ada orang yang kehilangan keseimbangan disebabkan hilangnya semangat hidup karena putus cinta, misalkan. Ada orang yang bisa mengatasinya dalam satu hari saja, ada yang butuh satu minggu dan penulis pernah mendapatkan seorang teman yang membutuhkan waktu dalam hitungan bulan untuk mengembalikan keseimbangan tersebut.

Suasana ini pada dasarnya sangat berbahaya yang bisa menimbulkan efek negatif buat kepribadian seseorang dan juga lingkungan sekitarnya. Bayangkan saja, seseorang yang rela mengakhiri hidup yang telah diberikan oleh Sang Pencipta hanya karena di-PHK, di saat beban hidup diri dan keluarganya tidak berada dalam aturan kompromi.

Masalah demi masalah pun berdatangan seiring dengan hilangnya semangat dari diri seseorang untuk berbuat. Suasana semakin tidak menentu ketika semangat pergi dan belum tersemat akrab dengan jiwa.

Untuk mengembalikan semangat, seharusnya setiap pribadi harus merubah cara pandang terlebih dahulu. Ini sebenarnya cara yang paling simpel dan sangat sederhana. Karena cara pandang akan punya pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan.

“Kenapa kita harus hidup dan untuk apa?”

Kalimat ini mungkin sangat sederhana, tetapi jika seseorang menemukan jawabannya, di sanalah pijakan pertama anda untuk melangkah. Ingat! “Tidak Ada” bukanlah sebuah jawaban. Jadi, jangan pernah menjawab “tidak ada” tapi cobalah mencari jawaban pada diri anda sendiri yang menafikan dua kata tadi.

Saya sarankan anda untuk menempatkan diri pada sesuatu yang indah dan anda senangi. Karena salah satu yang sering saya lakukan tatkala gejala ini datang adalah dengan duduk di tempat yang sepi sambil menghayati keberadaan dan kelebihan yang sudah saya miliki sebagai wujud rasa syukur yang harus saya berikan pada Sang Pemberi.

Anda bisa berbeda dengan saya dalam mencari jawaban dari pertanyaan sederhana yang saya berikan di atas. Tapi jangan sekali-kali melakukan hal-hal yang tidak anda senangi, atau melakukan hal-hal negatif meski pun anda menyenanginya.

Dengan rambu yang saya ungkapkan di atas, saya selalu yakin bahwa seorang yang sudah bisa mengandalkan daya pikirnya seawam apapun (seperti saya) akan mampu mengembalikan semangat.

Lalu …?


Jika anda sudah mendapatkan jawabannya kemudian, silahkan anda mendatangi saya kembali dan berteriak “Today I Celebrate My Victory”.

Gampangkan? Atau terlalu sulitkah? Pertanyaan lain yang harus anda jawab juga bukan dengan kata "Tidak"

Apa dan Kenapa dengan Hari Minggu

Setelah shalat shubuh di pagi Minggu yang dingin setelah hujan mencuci tubuh bumi yang kotor. Aku hanya duduk di depan toko memandang ke jalan yang dilalui hanya oleh beberapa motor. Suasana hening dan senyap menambah damai dan tentramnya dunia ciptaan Allah.

Tak ada sura makian, tak ada suara kasar, tak ada kebisingan suara kendaraan yang lalu lalang, semuanya berada dalam kedamaian. Aku tiba-tiba merenung sesaat jika tempat yang aku duduki ini, tiba-tiba akan menjadi Headline berita pagi esok harinya. Hanya karena sebuah ledakan besar yang akan merenggut nyawaku oleh orang-orang yang mengatasnamakan Tuhan.

“Tapi pagi ini terlalu indah untuk dilewatkan, dan sekiranya hari Minggu ini akan seperti pagi yang kunikmati ini sampai malam tiba. Betapa indahnya hari ini”, batinku sesaat.

Tiba-tiba aku pun bertanya kenapa hari ini dinamakan dengan “Minggu” atau sebagian orang mengatakannya dengan “Hari Ahad”? Dan apa istimewanya hari ini untuk orang-orang di dunia pada umumnya?

Pertanyaan-pertanyaan itu melintas seketika dalam benakku bagai seorang anak kecil yang baru melihat sesuatu yang baru, sehingga timbul rasa ingin tahu lebih lanjut dan biasanya mereka akan menyentuh atau memasukkan benda tersebut ke dalam mulut mereka yang indah dan mungil.

Duh! pagi telah membawa aku dalam sebuah senyuman indah tentang kenangan kecilku yang indah. Kenangan hidup tanpa dosa dan salah, tak ada yang mencaci dan semuanya gembira melihatku dan menyentuh tubuhku yang kecil, bahkan orang-orang di sekitarku tanpa ragu akan menciumku dengan ribuan kasih sayang, dan aku menyukai mereka menciumku, karena bagiku itulah bentuk kasih sayang yang paling aku dambakan. Setidaknya aku masih merasakan itu sampai sekarang, saat kata-kata ini kurangkai dalam sebuah senyuman yang indah.

“Huh”, aku kembali membatin bersamaan dengan desahan nafas yang sangat dalam.

Sesaat kuangkat tubuhku dari kursi yang kududuki dan kuletakkan penuh semangat di depan komputer. “I will google all of these questions”, gumamku sambil tersenyum. Yupz, aku akan menuju “google.com”, situs favoritku jika aku berada di Alam Maya.

Baik teman! Cermati dengan seksama saya akan coba bicara tentang hari ini:

Penamaan Hari Dalam Sepekan

Kita memperoleh nama-nama dari Bangsa Anglo-Saxon, yang menamai sebagian besar dari hari-hari menurut nama dewa-dewa mereka, yang kurang lebih sama dengan dewa-dewa Bangsa Romawi. Hari Matahari menjadi ‘Sunnandaeg’, atau Sunday (Minggu). Hari Bulan dinamakan ‘Monandaeg’, atau Monday (Senin). Hari Mars menjadi hari Tiw, yaitu dewa perang mereka. Ini menjadi ‘Tiwesdaeg’, atau Tuesday (Selasa). Bukannya nama Merkurius, nama Dewa Woden diberikan menjadi Wednesday (Rabu). Hari Romawi Yupiter, dewa guntur, menjadi hari guntur Dewa Thor, dan ini menjadi Thursday (Kamis). Hari berikutnya dinamakan Frigg, istri Dewa Odin, dan oleh karena itu kita mempunyai Friday (Jumat). Hari Saturnus menjadi ‘Saeterbsdaeg’, terjemahan dari bahasa Romawi, dan kemudian menjadi Saturday (Sabtu).

Di samping itu hari-hari dalam bahasa Indonesia juga sangat dipengaruhi oleh budaya timur yang dipelopori oleh Islam. Sehingga kita temukan dalam bahasa Arab:

Ahad = Ahad = Hari Pertama
Senin = Itsnain = Hari Kedua
Selasa = Tsulatsa = Hari Ketiga
Rabu = Arbi’a = Hari Keempat
Kamis = Khamis = Hari Kelima
Jum’at = Jumu’ah = Hari Keenam
Sabtu = Sabtu = Hari Ketujuh

Di samping itu, hari Minggu merupakan hari pertama dalam satu minggu, begitu seterusnya. Sedangkan penamaan Jum’ah dalam bahasa Arab karena pada hari itu diwajibkan sebuah perkumpulan besar bagi kaum laki-laki, dan disunatkan bagi kaum perempuan untuk berkumpul menunaikan “Shalat Jum’at”. Sedangkan Jum’at sendiri berasal dari kata “Jama’a” yang artinya berkumpul, di mana orang-orang diperintahkan untuk berkumpul untuk Shalat Jum’at.

Sedangkan penamaan hari Sabtu dalam bahasa Arab dilandaskan pada sejarah Nabi Musa a.s, yang merupakan salah seorang Rasul yang wajib diimani. Dimana Hari Sabtu atau hari Sabat merupakan hari istimewa yang telah diberikan kepada kaum Musa meski kemudian malah mereka tidak memuliakannya.

Kenapa Hari Ini Istimewa?


Secara khusus tidak ada jawaban pun yang kedengarannya sangat spesifik untuk pertanyaan di atas, yang bisa membuat hari minggu sangat istimewa dibandingkan dengan hari lainnya. Kecuali mungkin untuk dua alasan berikut:

1. Sebagai hari libur internasional, meski di beberapa negara seperti Mesir, libur umum dalam satu minggu jatuh pada hari Jum’at.
2. Alasan untuk kumpul dengan kelurga besar, jalan bareng pacar dan sejenisnya.

Selain itu, tidak ada yang bisa menjadikan hari ini lebih baik dari hari lainnya, karena setiap hari masing-masing memiliki keistimewaan yang tidak bisa dibandingkan satu dengan lainnya. Kecuali hari Jum’at bagi kaum muslimin yang merupakan “Sayyidul Ayyam (Tuannya hari-hari)”, karena Allah menyediakan hari ini sebagai momen penting dengan adanya ibadah “Shalat Jum’at” secara khusus, yang tidak didapatkan pada hari lain.

Bagi orang-orang Kristen, mereka akan menganggap Minggu juga sebagai hari penting peribadatan. Tapi saya memandang bahwa ini adalah pandangan yang salah karena tidak ditemukan satu alasan (dalil) pun dalam Taurat, Injil dan bahkan Al-Quran yang menguatkan keyakinan ini. Justeru hari Sabat yang dimaksudkan adalah Hari Sabtu bukannya jatuh pada Hari Minggu, seperti yang diproklamirkan oleh gereja, terlepas dari berbagai alasan yang sulit untuk diterima.

Mungkin hal yang paling membuat Minggu menarik adalah alasan untuk poin kedua yang saya sampaikan di atas. Hari libur yang digunakan untuk berkumpul. Dan menurut saya, jika dengan alasan berkumpulnya dengan keluarga pada hari Minggu kita jadikan alasan untuk keistimewaan hari ini. Akan timbul kesan seakan di saat kita berkumpul dengan keluarga di hari lain, kesannya tidak akan sama dengan hari Minggu.

Padahal seseorang yang mencintai keluarga mereka dengan hati dan pikiran, akan memandang bahwa setiap detik yang dihabiskan dengan orang-orang yang mereka kasihi adalah moment penting dan bersejarah dalam hidup mereka, meskipun itu hanya untuk sesaat saja. Karena keluarga adalah hati dan pikiran.

Sedangkan untuk alasan pacar, saya tidak memandang itu sebagai sesuatu yang istimewa. Karena pacar hari ini belum tentu Suami/Isteri di hari esok. Bukankah jodoh tidak pernah ditentukan oleh kita?

Jadi, untuk sebuah keistimewaan yang ingin kita jadikan indah dan bermakna untuk setiap hari dalam hidup kita adalah bagaimana menciptakan hari ini (terlepas hari apakah itu) sebagai pijakan positif dari setiap pikiran dan perilaku.

Dan bagi saya secara pribadi “Hari Minggu” adalah sebuah tanda tanya besar untuk orang-orang yang menambah kutukan dalam hidupnya.

Yah, akhirnya selesai juga saya berbicara tentang hari Minggu walaupun hanya sesaat saja. Dan Setelah “log in” ke dunia maya, saatnya sekarang saya “log out” ke dunia nyata serta tak lupa saya ucapkan “Selamat untuk Hari Minggu anda yang indah”.

Referensi:

1. http://ceritakan.com/sains/sejarah-hari-hari-dalam-seminggu/
2. http://seribu-jalan.blogspot.com/2009/01/sabtu-malam-atau-malam-minggu.html

Saatnya Papyrusz Memilih Wanita Idaman

Suatu waktu dalam sebuah acara kumpul iseng, bak sebuah pertemuan para pemimpin dunia yang sedang meracik strategi perang. Kami duduk berbicara tentang semua topik aktual, kata demi kata mengalir begitu deras membawa kami yang berada di situ ke dalam heningnya suasana malam.

Pembicaraan seputar masalah politik, kekalahan Jusuf Kalla yang notabene diharapkan sebagian orang bisa menghancurkan pandangan umum bahwa presiden Indonesia selalu dari orang Jawa, pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah, campur tangan Amerika melalui Ethiopia di Magadishu, dan masih banyak lagi.

Pembicaraan hangat terus berlanjut dalam balutan yang sangat serius, tak terdengar suara tertawa, semuanya memasang wajah serius, seakan-akan semua masalah itu harus dipecahkan semuanya hanya dalam satu malam, karena esok hari mungkin sudah tak punya waktu untuk memikirkan semua itu.

Sandra DewiBerbagai opini dan informasi meluncur deras satu persatu, dan malam pun semakin larut. Tapi itu juga belum menghentikan kami untuk bicara dan berbagi sampai akhirnya kami tak tahu lagi berapa banyak topik yang sudah kami bicarakan tanpa mengenal lelah sedikitpun.

Sampai akhirnya kami menutup pembicaraan kami dengan sebuah topik yang menurut kami kemudian sangat unik. Siapakah wanita di dunia ini yang terlihat sangat special? Ha-Ah, topik ini ternyata memiliki daya sengat yang luar biasa, setidaknya beberapa orang yang mulai kelihatan mengantuk, tiba-tiba ceria kembali dan penuh semangat seperti orang yang baru bangkit dari istirahat malam di pagi yang segar.

Topik ini memang kalau dibicarakan nggak akan pernah habisnya, dan jauh lebih menarik dari sekedar ngomongin pemilu dan berita-berita aktual lainnya. Lidah-lidah kami dengan lincah bermain dan mulut-mulut mungil kami pun tak mau kalah menyebut setiap nama yang kelihatannya punya daya tarik luar biasa,

Elissa"Wah kalau aku milihnya Luna Maya, tinggi, putih bersih, Indo abis, pokoknya keren deh”, celoteh teman kami. “Ah nggaklah seperfect itu kalau dibandingin sama Nadine Chandrawinata”, sahut yang lainnya. “Gw milih Cinta Laura, gaya ngomongnya seksi banget”, “kalau gw sih milih Sandra Dewi ajah”, “Gw milih Marshanda”, “Gw nggak ada duanya, milih Zaskia Mecca”. "Apapun makanannya, cantiknya tetap Revalina S. Temat", seru yang lainnya lagi meniru sebuah iklan di Tv Swasta.


Nama-nama artis Indonesia itu meluncur deras dari satu mulut ke mulut yang lainnya mewarnai pembicaraan kami. Tawa dan senyum yang tidak terlihat sebelumnya, kini merekah seperti rekahan bunga di pagi hari. Semua orang berlomba ingin menjadi pembicara utama dalam sebuah kebahagiaan sementara. Bahkan terkadang tidak lagi jelas siapa yang sedang berbicara dan siapa yang sedang mendengar. Tapi cerita masih belum berakhir, sampai salah satu dari kami protes, “ah, masak udah tinggal di Indonesia masih milih produk Indo sih? Kalo qw sih milih yang Arabian style”.

Sambil ditemani “Jason Wade – You Belong to Me”

See the Pyramids Around the Nile
Watch the sunrise from the tropic isle
Just remember darling all the while
You belong to me ...

See the market place in old Algiers
Send me photographs and souvenirs
Just remember when a dream appears
You belong to me ...


Myriam Faresyang diputar dari Hp salah seorang teman kami. Nama-nama artis sekelas Haifa Wahbi, Maryam Fares, Ellisa, Nancy Agram, Maya Nasri, Amal Hijazy, Ruby, Pascal, Nawal Zougby, tak ketinggalan penyanyi yang baru naik daun, Yara. Nama-nama yang sudah terhapal di luar kepala itu terus menghiasi pembicaraan iseng kami. Sekali-kali pembicaraan diselingi oleh kisah hidup mereka dan terkadang lagu-lagu yang pernah mereka nyanyikan. Tentu saja sambil ditemani oleh indahnya suara gitar tua buatan Jepang.

Kenangan dan pengalaman berlomba dalam satu ritme yang sama, ritme kebahagiaan, tanpa tau akankah esok kebahagiaan itu akan menjadi nyata. Tapi bak seorang peminum di istana para sang Raja, tidak ada satupun yang berpikir ke arah sana. Semua gejolak jiwa tumpah ruah di alam yang masih sunyi.

Kami pun tak berhenti di tanah Arab saja, perjalanan kemudian terus berlanjut ke ranah lainnya. Ada Angelina Jolie, Megan Fox, Katie Holmes, Katherine Zeta Jones, Delta Goodrem, Ashlee Simpson, Jessica Simpson, M2M, Shakira, Natasha Bedingfield, Miley Cyrus, Jojo, Shania Twain, dan masih banyak yang lainnya lagi yang hanya akan membuat jari-jari tangan saya kelelahan untuk mengetiknya satu persatu.

Katie HolmesArtis-artis Asia pun tidak ketinggalan, seperti Utada Hikaru, Ito Yuna, Yui, Anita.

Tidak ada satupun wanita cantik yang kami ketahui terlewati begitu saja, terlalu sia-sia pembicaraan ini tanpa mengikutsertakan mereka secara keseluruhan. Kami tidak lagi berpikir tentang batas negara, jarak tempat dan perbedaan waktu serta masa. Semuanya bercampur menjadi satu dalam sebuah topik hangat.

Terlepas dari semua wanita yang telah saya sebutkan di atas. Adakah yang membuat saya "secara pribadi" sangat tertarik melihat mereka dan jelas pandangan ini hanya sebatas visual saja, karena bagaimana pun ketika anda mencintai seseorang, tentu saja visual bukan satu-satunya faktor yang menjadikan hati anda untuk menentukan pilihan pada seseorang yang akan menjadi kekasih hidup.

Kecantikan memang kadangkala memang menipu, dan yang satu pasti bahwa kecantikan selalu bersifat sementara. Betapa banyak para wanita yang begitu didambakan oleh para lelaki ketika usia muda masih akrab dengannya. Tapi di mana kecantikan itu di saat usia sudah memasuki waktu senja.

Saya dan Anda mungkin sering mengejar apa yang terlihat tapi lupa pada apa yang tak terlihat. tapi itulah normalnya manusia yang telah diciptakan. Dan kisah normal biasanya akan dinikmati biasa-biasa saja karena tidak ada yang luar biasa di sana.

Tetapi ketika seseorang sudah berhasil menembus batas luar biasa, tau dan sadar pada sesuatu yang tidak terlihat, di sanalah sebenarnya keindahan itu sudah menanti bukan hanya untuk Saya dan Anda saja. tapi juga buat semua orang yang berhasil mengikuti kisah ini selama hidupnya. karena cerita banyak mengandung hikmah yang luar biasa yang bisa mempengaruhi manusia yang juga sedang merangkai cerita hidupnya, dan menginginkan hal yang luar biasa untuk kisah mereka.

Namun, jika saya masih tetap harus memilih dari semua wanita cantik yang pernah saya lihat di Tv, majalah, koran dan bahkan internet, saya akan menentukan pilihan pada sosok yang menurut saya perfect (untuk batas yang terlihat), sekali lagi menurut saya, karena anda dan saya bisa jadi berbeda dalam hal ini. Ya! Pilihan saya ada pada sosok “Taylor Swift”.




Selebihnya saya akan diam karena tidak ada alasan yang bisa saya kemukakan kenapa dan bagaimana. Tapi pilihan biasanya muncul dari hasil pengamatan meski kadangkala pilihan tersebut mengalahkan logika. He he he he … Saya benci kalau malam ini ketika saya ingin tenang dalam mimpi, kata-kata ini akan mengganggu kenyamanan dan keakraban yang saya bina bersama Sang Mimpi.

Tapi jika saatnya seorang Papyrusz harus menentukan. Saya akan memilih:


“Wanita yang mencintai saya sepenuhnya dan bisa menyelamatkan saya dari dosa dan salah yang telah banyak saya lakukan”

Dan siapakah wanita itu? Biarkan waktu bersama malam yang kembali semakin sunyi menjawab pertanyaan ini. Karena mungkin esok saya tidak lagi di sini bersama anda dan sedang melakukan perjalanan sunyi yang ditemani oleh dua orang Malaikat.

Filosofi Manusia dan Bahagia

Di dalam hidup ini, sebenarnya kita merupakan wujud dari 3 orang yang harus berusaha menyatukannya menjadi 1 orang.

1. Kita (1 orang) dalam pandangan kita sendiri.
2. Kita (1 orang) dalam pandangan manusia.
3. Kita (1 orang) dalam pandangan Sang Pencipta.

Sebenarnya ini hanya pendekatan filosofi saja, untuk memperjelas bahwa manusia dalam hidup memiliki hubungan Vertikal dan Horizontal. Hubungan Vertikal dengan Sang Pencipta, hubungan Horizontal dengan orang-orang di sekitar dan dengan diri kita sendiri.

Artinya seseorang yang ingin bahagia, harus memenuhi 3 target: Target positif dari kita sendiri, target positif dari orang-orang sekitar kita, dan target positif dari Sang Pencipta.

1. Target Positif dari kita sendiri


Saya pernah menjumpai orang yang mendapat apresiasi begitu besar dari orang-orang di sekitarnya, tetapi sang pemilik tubuh sendiri merasa bahwa banyak hal yang belum dia miliki, di saat yang bersamaan orang-orang menyanjung dia sebagai sosok super (hebat). Tapi dia masih memandang dirinya dengan pandangan yang negatif dan itu mempengaruhi jiwanya secara kuat, sehingga yang dia rasakan kemudian bahwa kebahagiaan dan kenyamanan yang dia dambakan tidak seperti yang dia harapkan.

2. Target Positif dari orang-orang di sekitar kita

Poin ke dua mempunyai sisi yang berbeda dari poin pertama, dimana kita menyanjung diri kita dengan berlebihan, di saat yang bersamaan orang-orang memandang kita sebagai sumber masalah, atau pun kita dan orang-rang yang ada di sekitar kita memandang diri kita pada posisi yang tidak nyaman. Poin ini juga punya potensi besar untuk membuat seseorang tidak bahagia.

3. Target positif dari Sang Pencipta

Poin terakhir tentunya bisa dipahami secara lebih mudah, ketika seseorang jauh dari jalan yang telah ditentukan Allah, jelas kebahagiaan tidak akan pernah datang, kalau pun kebahagiaan itu kita rasakan, tentunya hanya bersifat sementara saja.

Itulah yang saya maksud, agar ke tiga poin ini memiliki nilai yang sama atau nilai positif yang harus kita wujudkan. Positif dalam pandangan kita sendiri, manusia dan Allah. Jika satu saja dari poin yang telah saya sebutkan di atas berkurang, biasanya kebahagiaan akan sulit diraih.

Jadi 3 hal yang bertumpu pada satu tubuh tersebut semuanya harus memiliki nilai positif, ketika satu poin saja dari ke tigal hal di atas menunjukkan nilai negative. Maka keutuhan seseorang akan hilang, dan saat itulah manusia akan sangat sulit menuju yang namanya bahagia.

Logikanya begini, Kalau ketiga poin di atas kita terjemahkan seperti rumah, maka kita sedang berbicara tentang Fondasi, Tiang dan Atap. Rumah yang nyaman tentunya punya ketiga unsur tersebut, jika salah satu dari unsur tersebut hilang, rumah yang dimaksud tentunya juga tidak bisa lagi dikategorikan sebagai rumah yang nyaman.

Bagaimana mungkin sebuah rumah tanpa tiang atau tanpa fondasi atau tanpa atap. Anda pasti bisa membayangkan bagaimana tidak enaknya rumah yang dihuni dalam keadaan seperti itu.

Jadi untuk sebuah kata bahagia, manusia harus menentukan value (nilai) positif untuk dirinya sendiri, mempengaruhi orang lain melalui tindakan yang baik dan bijak untuk memandang diri kita sebagai pribadi yang positif, dan menjalankan amanah Sang Pencipta melalui tuntutan syara’ agar terbentuknya kepribadian yang positif.

Intinya, jika seseorang juga belum siap ke arah sana, baik Anda ataupun Saya tidak usah bermimpi untuk “BAHAGIA” … Yakinlah!

"Tulisan ini sengaja saya tulis untuk memperjelas komentar saya sebelumnya di rinduku.wordpress.com"

Azzam: Refleksi Film KCB (Ketika Cinta Bertasbih)

Dia mendapatkan kehidupannya dengan kerja keras. Sambil menjual bakso dia menata hidup dan kehidupannya. Semangat adalah modal dasar yang kuat yang dimiliki untuk mewujudkan cita-cita, dan menghadirkan senyuman di bibir Sang Bunda ...

Azzam, laki-laki tersebut tidaklah seberuntung pria lainnya. Perjuangannya ditebus dengan keringat dan terkadang air mata. Tapi dia kuat untuk bertahan menjadi seorang yang tegar sebagai lukisan keindahan alam tuntutan Tuhan.

“Sesuatu yang dimulai dengan niat yang baik, akan berakhir dengan hal yang baik pula”.

Habiburrahman, anak Bu'uts itu indah dalam menggambarkan konflik dalam alur cerita yang mengalir begitu deras, antara tantangan, kemauan dan realita yang tidak bisa dipungkiri.

Saya jadi teringat dengan celotehan seorang teman, “Amna! Kalau sekarang kayaknya sih udah ada sekuel terbaru lho, Ketika Benci Bertasbih”. Ah, apa lagi ini? Saya hanya bisa membatin dan tersenyum mendengar penuturan teman saya, Ikhwan Pinem.

Apapun yang dia ungkapkan pasti punya alasan tersendiri sesuai dengan fenomena yang sering dijumpai sekarang.

Tapi bukan itu yang ingin saya bicarakan, kalau Azzam adalah sosok anak Azhar yang dilukiskan lewat imajinasi seorang penulis, bagaimana pula dengan Azzam-Azzam lainnya, apakah kisah hidup mereka sama dengan Azzam nya Habiburrahman?

Pertanyaan ini sangat sulit dijawab bagi mereka yang mengenal Cairo dan fenomena kehidupan mahasiswa di sana dari sisi kulit luarnya saja. Karena anda dan saya pasti tidak bisa menggambarkan kehidupan di sana sama dengan kehidupan anak-anak kuliahan di Eropa sana. Akan terbentang dua sisi dunia yang sangat berbeda.

Saya pernah diberikan kesempatan untuk melihat dan mempelajari kehidupan di sana, bagaimana mahasiswa yang kebanyakan berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah merampungkan studi mereka bak seorang Azzam. Berkejaran dengan bis-bis umum yang berdesakan, berperang dengan sedikitnya uang, berjuang di bawah teriknya panas dan terkadang dinginnya hari.

Terkadang mereka harus menjajakan tempe dan tahu dari satu pintu ke pintu lainnya, berkreativitas membangun asset pribadi dari nol karena mereka adalah para Azzam (Orang yang memiliki tekad yang kuat).

Mahasiswa di sana secara umum adalah orang-orang yang hidupnya sangat sederhana tapi tetap menghargai penampilan. Itulah indahnya kisah para Azzam. “Wa amma Bini’mati Rabbika Fahaddits (Dan adapun nikmat dari Tuhanmulah, hendaknya kamu perlihatkan)”.

Tapi banyak para Azzam telah menyelesaikan kisahnya, dan akan serta sedang menulis kisah baru dari kehidupan mereka. Akankah kisah mereka selanjutnya lebih indah dari kisah sebelumnya? Anda tinggal mencari dan memperhatikan apa yang sedang dilakukan para Azzam ini, ketika mereka berada di sekitar anda.

Tapi ingat, Azzam tetaplah seorang manusia yang bisa salah dan berdosa!
  • Real Name:

    Amna

  • Sex:

    Male

  • Location:

    Aceh

  • Hometown:

    Cairo - Aceh

  • Company:

    Luxor Entertainment

  • Hobbies and Interests:

    Soccer - Chess

  • Favorite Books:

    The Da Vinci Code

  • Favorite Movies:

    Italian Job - Brave Heart

  • Favorite Music:

    R & B - Hip Hop

  • Favorite TV Shows:

    Republik Mimpi, Kick Andy, Extravaganza and Oprah Shows

  • Zodiac Sign:

    Libra

  • About Me:

    "Simple Man for a Simple .......?"

  • Who I Want to Meet:

    "Could be You, and Could be Her"

  • E-mail & Yahoo ID:

    "papyrusz@yahoo.com"

About Me

About Me
Aku berjalan menyusuri tapak demi tapak yang terkadang tersentuh kerikil tajam. Kini aku hadir sebagai “Amna Dewasa”, yang mulai berpikir bagaimana masa depanku? Siapa yang akan menggenggam tanganku meraih hari esok? Dan di tanah mana kuburanku berada?
 
Copyright © 2006-2009 Papyrusz. All Rights Reserved. Design by Wpthemedesigner.